Syarat utama jurnal Sinta 2 adalah memiliki naskah dengan kebaruan ilmiah (novelty) yang kuat, lolos uji plagiarisme di bawah 20%, dan mengikuti template gaya selingkung jurnal tujuan secara presisi. Selain itu, artikel harus memiliki referensi primer minimal 80% dari total pustaka dan melewati proses double-blind peer review yang ketat sebelum dinyatakan layak terbit.
Apa Itu Publikasi Jurnal Sinta 2?
Publikasi jurnal Sinta 2 merupakan proses penerbitan artikel ilmiah pada jurnal nasional yang telah diakreditasi oleh Kemendikbudristek dengan skor evaluasi antara 70 hingga 85 poin. Peringkat ini menunjukkan bahwa jurnal tersebut memiliki tata kelola editorial yang sangat baik dan substansi keilmuan yang diakui secara luas di tingkat nasional.
Sinta (Science and Technology Index) sendiri berfungsi sebagai wadah untuk mengukur kinerja ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Berada di kategori Sinta 2 berarti jurnal tersebut selangkah lagi menuju jurnal internasional bereputasi atau Sinta 1, sehingga standar kurasinya jauh lebih tinggi dibandingkan kategori di bawahnya.
Mengapa Publikasi Jurnal Sinta 2 Penting?
Bagi para akademisi, menembus Sinta 2 adalah bukti kompetensi intelektual karena proses seleksinya yang sangat kompetitif. Kualitas substansi penelitian diuji secara mendalam oleh pakar di bidangnya, sehingga hasil publikasi tersebut memiliki kredibilitas yang tinggi.
Selain itu, publikasi di level ini memberikan poin KUM (Kredit Utama) yang signifikan bagi dosen untuk keperluan kenaikan jabatan fungsional. Bagi mahasiswa pascasarjana, memiliki artikel di Sinta 2 sering kali menjadi tiket untuk memenuhi syarat kelulusan atau memenangkan hibah penelitian dari pemerintah maupun lembaga donor.
Syarat Teknis dan Proses Publikasi
Untuk dapat menembus kriteria akreditasi ini, seorang penulis harus memperhatikan detail administratif dan substansi sejak tahap perencanaan naskah.
1. Orisinalitas dan Nilai Novelty
Syarat jurnal Sinta 2 yang paling krusial adalah adanya kontribusi baru bagi ilmu pengetahuan. Penelitian tidak boleh sekadar mengulang apa yang sudah ada, melainkan harus menawarkan perspektif, metode, atau temuan baru yang relevan dengan perkembangan zaman.
2. Standar Referensi dan Sitasi
Mayoritas jurnal Sinta 2 mewajibkan penggunaan referensi dari sumber primer (artikel jurnal lain) minimal 80%. Selain itu, referensi yang digunakan idealnya diterbitkan dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun terakhir untuk memastikan relevansi data.
3. Ketentuan Plagiarisme
Etika publikasi sangat dijunjung tinggi. Naskah wajib memiliki tingkat kemiripan (similarity score) yang rendah, biasanya maksimal 20% saat dicek melalui perangkat seperti Turnitin atau iThenticate.
4. Kesesuaian Gaya Selingkung (Template)
Setiap jurnal memiliki aturan teknis unik terkait format penulisan, mulai dari jenis font hingga cara penulisan tabel dan gambar. Ketidaksesuaian format sering kali menjadi alasan utama sebuah naskah ditolak pada tahap awal (desk rejection).
Bagi penulis yang memiliki jadwal padat atau merasa kesulitan dalam menyesuaikan naskah dengan kriteria teknis yang rumit, beberapa peneliti memilih untuk berkonsultasi lebih lanjut. Menggunakan layanan pendampinganpublikasi jurnal sinta 2dapat menjadi solusi agar proses audit naskah dan perbaikan struktur menjadi lebih terukur serta sesuai dengan standar editor.
Manfaat Utama bagi Penulis dan Peneliti
- Peningkatan Sitasi: Artikel di Sinta 2 lebih mudah ditemukan dan dirujuk oleh peneliti lain melalui Google Scholar atau Portal Garuda.
- Networking Akademik: Penulis berkesempatan berinteraksi dengan reviewer ahli yang dapat memberikan masukan kritis untuk pengembangan riset di masa depan.
- Portofolio Profesional: Rekam jejak publikasi yang berkualitas akan memperkuat profil akademik Anda di mata institusi maupun pemberi hibah.
Kesalahan Umum dalam Mengajukan Naskah
Banyak penulis gagal di tahap review karena hal-hal yang bersifat preventif. Kesalahan yang sering terjadi meliputi:
- Scope yang Tidak Sesuai: Mengirim naskah teknik ke jurnal yang fokus pada pendidikan, meskipun topiknya bersinggungan.
- Abstrak Lemah: Tidak mencantumkan metode dan hasil kunci secara eksplisit di bagian abstrak.
- Instruksi Penulis Diabaikan: Tidak menggunakan manajer referensi (seperti Mendeley) padahal sudah diwajibkan oleh jurnal.
Kesimpulan: Kunci Keberhasilan Publikasi
Menemui syarat jurnal Sinta 2 adalah tentang kedisiplinan dan kualitas. Kunci utamanya terletak pada riset yang mendalam, penulisan naskah yang mengikuti aturan teknis secara presisi, dan kesabaran dalam menghadapi proses peer-review. Dengan memastikan orisinalitas dan rendahnya tingkat plagiarisme, peluang naskah Anda untuk terakreditasi akan terbuka lebar.
Jika Anda menginginkan proses yang lebih terarah dan ingin memastikan setiap detail administratif terpenuhi sebelum submisi, mendapatkan pendampingan dari pihak yang berpengalaman bisa menjadi langkah yang bijak. Hal ini membantu penulis agar tetap fokus pada pengembangan konten ilmiah sementara aspek teknis dikelola secara profesional.
FAQ
1. Apakah syarat jurnal Sinta 2 mewajibkan penggunaan bahasa Inggris?
Tidak selalu. Banyak jurnal Sinta 2 yang menerima naskah dalam bahasa Indonesia, namun penggunaan abstrak bahasa Inggris tetap menjadi kewajiban. Beberapa jurnal mulai beralih ke bahasa Inggris penuh untuk mengejar indeksasi internasional.
2. Berapa skor minimal untuk sebuah jurnal masuk kategori Sinta 2?
Berdasarkan aturan Kemendikbudristek, sebuah jurnal harus meraih skor akreditasi antara 70 hingga 85 dalam evaluasi berkala untuk dikategorikan sebagai Sinta 2.
3. Bolehkah mengirimkan naskah yang sama ke dua jurnal berbeda?
Sangat dilarang. Tindakan ini disebut multiple submission dan merupakan pelanggaran etika berat dalam dunia publikasi ilmiah. Anda harus menunggu keputusan dari satu jurnal sebelum mencoba ke jurnal lain.
4. Mengapa pengecekan plagiarisme sangat penting di Sinta 2?
Kualitas integritas akademik adalah prioritas utama. Plagiarisme tidak hanya merusak reputasi penulis, tetapi juga dapat membatalkan akreditasi jurnal yang menerbitkannya.
