Tak Berkategori

Perencanaan Karier Akademik Dosen Muda, Lima Tahun Pertama

Perencanaan Karier Akademik Dosen Muda, Lima Tahun Pertama

Lima tahun pertama menentukan banyak hal dalam karier akademik, dan sebagian besar dosen muda melewatinya tanpa rencana. Bukan karena malas, melainkan karena tahun tahun itu biasanya paling padat: beban mengajar penuh, tugas tambahan yang datang tanpa diminta, dan tuntutan administratif yang tidak ada habisnya.

Akibatnya penelitian jadi yang paling mudah ditunda, dan penundaan itu baru terasa akibatnya bertahun tahun kemudian.

Memahami Tangga yang Sedang Didaki

Jabatan fungsional dosen berjenjang, dan tiap jenjang punya persyaratan yang berbeda, bukan cuma dari jumlah angka kredit melainkan juga dari kategori luaran yang diakui. Memahami ini sejak awal menghemat banyak waktu.

Yang sering terjadi, dosen muda mengumpulkan luaran apa saja yang bisa dikumpulkan, lalu menyadari belakangan bahwa sebagian tidak terhitung untuk jenjang yang dituju. Kerjanya nyata, tapi tidak terpakai.

Karena itu langkah pertama bukan menulis, melainkan membaca. Pedoman penilaian angka kredit di institusi masing masing adalah dokumen yang paling menentukan, dan bunyinya bisa berbeda antarinstitusi meski aturan pusatnya sama.

Menetapkan Target Luaran per Tahun

Target yang masuk akal untuk dosen muda bukan jumlah artikel terbanyak, melainkan jumlah yang bisa dipertahankan selama lima tahun berturut turut. Satu artikel per tahun yang konsisten jauh lebih berharga daripada tiga artikel di tahun pertama lalu kosong empat tahun berikutnya.

Dalam menetapkan target itu, jenjang jurnal yang disasar perlu ditentukan sejak awal, bukan dipikirkan saat naskah sudah jadi. Alasannya bukan soal gengsi, melainkan soal waktu dan biaya. Jenjang yang lebih tinggi berarti antrean lebih panjang dan standar yang lebih ketat, dan keduanya perlu masuk perhitungan.

Menentukan jenjang jurnal yang disasar sebaiknya dilakukan sejak awal, karena berkaitan langsung dengan anggaran pribadi. Gambaran kisaran biaya untuk jenjang SINTA 2 bisa dijadikan acuan saat menyusun rencana lima tahun, terutama bagi yang institusinya belum menyediakan dukungan dana publikasi.

Menyeimbangkan Mengajar dan Meneliti

Ini persoalan paling nyata dan paling jarang dibicarakan secara jujur. Beban mengajar dosen muda umumnya paling berat, karena mata kuliah yang tidak diambil senior biasanya jatuh ke yang paling baru.

Tiga hal berikut membantu, meski tidak menyelesaikan sepenuhnya.

  • Jadikan mata kuliah yang diampu sebagai bahan riset. Penelitian tindakan kelas, studi efektivitas metode, atau analisis capaian pembelajaran bisa dikerjakan tanpa menambah beban lapangan. Yang perlu diperhatikan, naskah jenis ini perlu unsur kebaruan agar diterima di jenjang atas.
  • Menulis bersama, bukan sendirian. Kolaborasi dengan senior atau sesama dosen muda membagi beban sekaligus mempercepat proses. Yang penting kontribusinya nyata, bukan sekadar mencantumkan nama.
  • Sisihkan waktu tetap, sekecil apa pun. Dua jam terjadwal setiap minggu lebih menghasilkan daripada niat menulis seharian penuh yang tidak pernah terjadi.

Empat Kesalahan yang Paling Sering Terjadi

Menunggu penelitian sempurna. Naskah yang menunggu sempurna biasanya tidak pernah dikirim. Telaah sejawat justru ada untuk memperbaiki, dan revisi mayor bukan tanda kegagalan.

Mengincar jenjang tertinggi terlalu dini. Mengirim naskah pertama ke jurnal paling ketat berisiko menghabiskan setahun untuk satu penolakan. Memulai dari jenjang yang realistis memberi pengalaman satu putaran penuh, dan itu berharga.

Tidak memeriksa masa berlaku akreditasi jurnal tujuan. Akreditasi berlaku untuk rentang waktu tertentu. Artikel yang terbit di luar rentang itu tidak lagi terhitung pada jenjang yang diharapkan, meski saat naskah dikirim jurnalnya masih berperingkat tersebut.

Mengabaikan dukungan institusi. Banyak perguruan tinggi menyediakan bantuan biaya publikasi, tapi informasinya jarang disosialisasikan dan jarang ditanyakan. Menanyakannya ke lembaga penelitian kampus tidak merugikan apa pun.

Menyusun Rencana Lima Tahun yang Sederhana

Rencana yang terlalu rinci biasanya tidak bertahan. Yang lebih berguna adalah kerangka sederhana yang bisa ditinjau setiap semester.

Tahun pertama sebaiknya dipakai untuk memahami sistem dan menyelesaikan satu publikasi, berapa pun jenjangnya. Tahun kedua dan ketiga untuk membangun kebiasaan menulis dan menaikkan jenjang secara bertahap. Tahun keempat dan kelima untuk mengumpulkan kelengkapan pengajuan jabatan berikutnya.

Yang penting bukan ketepatan rencananya, melainkan keberadaannya. Dosen muda yang punya kerangka kasar hampir selalu lebih jauh daripada yang mengerjakan apa yang datang.

Penutup

Karier akademik berjalan lambat, dan itu bukan kelemahannya melainkan sifatnya. Yang menentukan bukan siapa yang paling cepat di tahun pertama, melainkan siapa yang masih berjalan di tahun kelima.

Membuat rencana sederhana sejak awal, memahami pedoman institusi, dan memasukkan pertimbangan biaya ke dalam perhitungan adalah tiga hal yang tidak menambah beban kerja, tapi mengubah arah perjalanan.